Wasir

Cukup banyak penyakit yang dapat timbul karena pola hidup kurang minum, kurang makanan berserat, kurang olahraga dan menghabiskan waktu duduk lama seharian. Salah satunya adalah wasir atau ambeien atau hemoroid.

Karena pola hidup yang kurang tepat tersebut, dapat membuat sulit buang air besar. Saat mejan, rongga perut mengalami tekanan berlebihan. Jika pemaksaan ini berlangsung dalam jangka waktu relatif lama, akan menimbulkan luka pada dinding anus.

Wasir bercirikan pendarahan dari dubur, walaupun tidak semua pendarahan dari dubur adalah wasir.

Menurut Dr. Sutanto Gandakusuma, ahli bedah RS. Husada Jakarta, hampir 70 % manusia dewasa mempunyai wasir, baik wasir dalam, wasir luar maupun keduanya. Namun tidak semua penderita wasir memerlukan pengobatan. Yang memerlukan pertolongan adalah mereka yang mengeluhkan pendarahan, adanya tonjolan dan gatal-gatal. (http://www.sinarharapan.co.id/iptek/kesehatan/2003/015/kes1.html)

Penanganan dengan herbal

PemberSirih - Piper bitleian obat luar dengan uap rebusan

daun sirih (piper betle) atau antanan (antanan kembang: viola odorata; antanan gunung: pimpinella alpina).

Setelah itu, siramkan ke dubur ketika masih hangat. Lakukan tiap pagi hari selama 3-7 hari.

Antanan

Obat minum ada beberapa macam:

  1. Kayu manis (cinnamomum burmani) sebesar seruas buku jari, diseduh dengan air teh. Diminum hangat-hangat pagi hari sesudah sarapan. Diberikan selama seminggu.
  2. Daun handeuleum (Graptophylium pictum) tiga lembar. Diseduh dan minum hangat-hangat pagi hari sesudah sarapan. Tiap pagi selama seminggu.
  3. Daun myana (Coleus atropurpureus, Coleus scutellariodes atau Coleus Blumei) tiga lembar, ditumbuk. Diseduh dan minum hangat-hangat pagi hari sesudah sarapan. Tiap pagi selama seminggu.

 

herbal1

 

Selama menjalani terapi dan sesudah sembuh, tindakan yang paling bijak adalah mengubah pola makan yang kurang tepat. Dari makan kurang serat menjadi cukup makan kaya serat, seperti beras merah, gandum, kacang-kacangan, sayur berwarna hijau, buah-buahan, agar-agar. Jika terlalu banyak makan gorengan, kurangi. Mengatur waktu bekerja dan berolahraga.

Dengan tubuh yang sehat, otot lebih kuat mengatasi stres dan hidup menjadi lebih bahagia.

Salam,
Anto