Insomnia adalah gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur walaupun ada kesempatan untuk itu. Gejala tersebut biasanya diikuti gangguan fungsional saat bangun.

Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat adanya permasalahan psikologis. Dalam hal ini, bantuan medis atau psikologis akan diperlukan. Salah satu terapi psikologis yang efektif menangani insomnia adalah terapi kognitif. Dalam terapi tersebut, seorang pasien diajari untuk memperbaiki kebiasaan tidur dan menghilangkan asumsi yang kontra-produktif mengenai tidur.

Banyak penderita insomnia tergantung pada obat tidur dan zat penenang lainnya untuk bisa beristirahat. Semua obat sedatif memiliki potensi untuk menyebabkan ketergantungan psikologis berupa anggapan bahwa mereka tidak dapat tidur tanpa obat tersebut.  http://id.wikipedia.org/wiki/Insomnia

Gejala dan akibat

Bagaimana mendeteksi stress atau apa saja gejala stress agak sulit dijabarkan. Salah satu akibat stress yang umum terjadi adalah gangguan tidur. Termasuk sulit tidur, tidur tidak lelap atau sering terjaga. Jika terjadi terus menerus, dapat berakibatnya jantung berdebar lebih cepat, otot menjadi tegang, sukar konsentrasi, pelupa, cepat lelah. Kemudian menimbulkan efek tindakan menjadi agresif dan defensif, mudah tersinggung, mudah terserang penyakit seperti sakit kepala, diare, maag bahkan impotensi.

Makna tidur

Walau fungsi tidur belum diketahui sepenuhnya, para peneliti di Pusat Penelitian Tidur di AS telah menyimpulkan bahwa tidur merupakan proses aktif, bukan sekedar istirahat otak dan kegiatan fisik.

Selama tidur, terjadi pemulihan terhadap energi atau unsur otak dan tubuh yang selama bangun terpakai. Zat racun yang terkumpul selama bangun akan dinetralkan atau dibuang sewaktu tidur. Maka, tidak heran jika kita aap kali mencium bau kurang sedap di badan ketika bangun tidur.

Otak kita sebenarnya memiliki bioritme atau irama yang teratur, karena itu setiap orang biasanya cenderung akan tidur dan bangun pada waktu yang sama. Irama ini kadang dapat terganggu oleh berbagai faktor sebagai berikut.

 

Pengaruh gaya hidup

  • Sering minum minuman mengandung alkohol, kafein dan merokok
  • Kerja shift malam
  • Kebiasaan begadang
  • Tidur siang atau sore hari terlalu lama

 

Pengaruh kepribadian

  • Orang pendiam dan bersifat tertutup sering memendam perasaan
  • Mengalami ketegangan terus menerus

 

Pengaruh penyakit

Gangguan tidur juga dapat terjadi akibat keluhan penyakit. Bila penyakitnya disembuhkan, gangguan tidur pun akan mereda.

 

Pengaruh lingkungan

Tidak terbiasa dengan hiruk pikuk, bunyi detak jam atau cahaya kamar.

 

Kiat tidur sehat

  • Bangun tidur teratur tiap pagi, termasuk di hari libur
  • Ke tempat tidur hanya jika mengantuk atau saat istirahat ketika sakit.
  • Hindari makanan berat, alkohol, kafein dan nikotin sebelum tidur.
  • Jika tidak tertidur dalam 30 menit, bangun dan keluar dari tempat tidur.
  • Lakukan kegiatan ringan seperti membaca koran, majalah, buku.
  • Membiasakan keteraturan pola makan, kerja, hobi, olahraga dan istirahat.

 

Jenis gangguan tidur

Insomnia: sulit jatuh tidur dan sering terjaga

Hiperinsomnia: tidur terlalu banyak, selalu mengantuk di siang hari atau tidur  dan mengantuk terus siang dan malam

Parasomnia: berjalan saat tidur, mengigau, gigi berkerinyut

 

Cara penanganan herbal

(Syzygium polyanthum)
Gambar Daun Salam

Penderita sulit tidur yang cukup lama, akan mengalami ketegangan otot. Umumnya terasa di sekitar tulang belikat dan leher. Terapi yang diberikan untuk membantu melepaskan ketegangan otot adalah 1 (satu) lembar daun salam (Syzygium polyanthum) diseduh secangkir air panas. Diminum hangat-hangat malam hari sebelum tidur.

 

Terapi Psykologi

Penderita juga akan mendapat terapi tambahan, sesuai keluhan fisik atau ketidakseimbangan fungsi organ dalam tubuhnya. Sebelum tidur, sempatkan duduk santai/relaks, pejamkan mata. Ucapkan dalam hati; berterima kasih pada anggota bagian tubuh kita dari bagian kaki, yang telah menopang bobot tubuh kita seharian, lalu pinggang, tangan, perut, paru-paru, jantung sampai kepala dan otak kita.

Doa sebagai kekuatan spiritual juga diperlukan dalam mengatasi himpitan berat kehidupan. Dengan belajar melepaskan beban yang menghimpit diri, kita bisa tersenyum dan memberi salam kepada orang-orang yang kita cintai.

 

Reff: Warta Bangau, Buletin PGB

Iklan